1. Spiritualitas yang Luhur
Insan yang berkesadaran secara spiritual, yaitu menyadari perannya sebagai makhluk Tuhan dan menghayati serta memaknai ajaran-ajaran agamanya untuk diwujudkan menjadi sikap luhur.
Mengenal Linimasa: dari mana kami berangkat dan ke mana kami melangkah.
Berdiri sejak tahun 2018, dilatarbelakangi oleh keresahan bersama akan kondisi sistem pendidikan yang kurang relevan serta kondisi lingkungan yang semakin rusak. Para pendiri Sekolah Linimasa sepakat untuk mendirikan sebuah institusi pendidikan yang inklusif yang mampu menjawab tantangan tersebut.
Kami ingin berkontribusi untuk pendidikan yang lebih baik melalui metode pendidikan holistik dengan membangun individu secara utuh, karena kami yakin setiap manusia mempunyai minat dan bakat yang unik.
Kami juga berfokus pada pendidikan lingkungan hidup karena kami merasa kondisi lingkungan yang semakin hari semakin rusak ini dapat kita perbaiki melalui jalan pendidikan. Anak-anak yang merupakan generasi penerus diharapkan dapat menjaga lingkungan dengan baik apabila dibekali pendidikan lingkungan hidup sejak dini, sehingga kelak mereka dapat mewujudkan kehidupan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Logo Sekolah Linimasa menggambarkan latar belakang, karakteristik, dan cita-cita besar yang ingin kami capai.
LINIMASA merupakan singkatan dari Linuwih Linuhung Niti Mangsa, yang berarti sebuah proses mengolah potensi unik dari masing-masing individu sehingga menjadi sebuah sikap dan nilai yang luhur, bertahap sesuai dengan tahapan perkembangan manusia. Kalimat tersebut menjadi filosofi kami dalam menjalankan proses pembelajaran di sekolah.
Kurikulum Nasional memberi keleluasaan dan memudahkan pendidik menerapkan pembelajaran yang lebih mendalam, sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dan fokus pada pendidikan karakter.
“Terwujudnya lembaga pendidikan yang mampu membangun manusia holistik sehingga memberikan kontribusi bagi kehidupan sosial masyarakat dan lingkungan hidup.”
Kepedulian · Keberlanjutan · Integritas · Kolaborasi · Kreativitas
Kompetensi yang ingin dicapai pada saat penyelenggaraan pendidikan holistik di Sekolah Linimasa, adapun kompetensi tersebut adalah sebagai berikut:
Insan yang berkesadaran secara spiritual, yaitu menyadari perannya sebagai makhluk Tuhan dan menghayati serta memaknai ajaran-ajaran agamanya untuk diwujudkan menjadi sikap luhur.
Insan yang memiliki kemampuan bernalar kritis, sistematis, dan berorientasi solusi sehingga mampu untuk menjadi pemberi solusi dan dapat berkontribusi di masyarakat sesuai dengan konteksnya.
Insan yang mempunyai karakter kuat dalam dirinya sehingga mampu mengatur dirinya sendiri untuk terus belajar, bereksplorasi, dan berefleksi.
Insan yang memiliki ide-ide autentik yang kontekstual dengan referensi luas, dan mampu mewujudkannya menggunakan keterampilan yang terasah sesuai dengan perkembangan zaman.
Insan yang memiliki jasmani yang bersih, sehat, bugar, dan berkesadaran, sehingga dapat menunjang aktivitas kesehariannya secara maksimal.
Insan yang memiliki kesadaran ekologis yang baik sehingga mampu berinisiatif menjaga lingkungannya dengan menerapkan gaya hidup yang berkelanjutan (lestari).
SD dan SMP Linimasa berbagi satu kampus di Jl. Jenderal Sudirman No. 121, Awirarangan, Kuningan, dengan lahan 2.000 m² dan bangunan 957,7 m².
[Jumlah ruang kelas SD dan SMP]. Perpustakaan sekolah.
Area olahraga sekitar 695 m².
Area Eco-Holistic Project dan kebun permakultur untuk belajar langsung dari alam.
Ruang kerja pendidik dan pimpinan sekolah.
Toilet terpisah untuk murid dan guru/staf.
Direncanakan.
Setiap kelas SD didampingi dua wali kelas.
[Tambahkan guru dan staf lain dengan pola yang sama.]